Hadapi Risiko Longsor, PEP Bunyu Field Uji Kesiapsiagaan Darurat di Fasilitas Produksi Migas

Bagikan:

IMG 20260828 WA0019BULUNGAN- bekasitoday.com- Ancaman kondisi darurat di sekitar fasilitas produksi minyak dan gas bumi menjadi perhatian PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field. Perusahaan menggelar Emergency Drill dengan skenario tanah longsor di area Main Gathering Station (MGS) Bunyu Barat, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026).

Simulasi tersebut tidak sekadar menguji kesiapan internal perusahaan. PEP Bunyu Field turut melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, hingga unsur masyarakat untuk mengukur efektivitas koordinasi lintas sektor apabila terjadi kondisi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan pekerja maupun warga di sekitar wilayah operasi.

Sejumlah aspek diuji dalam latihan tersebut, mulai dari kecepatan merespons keadaan darurat, jalur komunikasi, pembagian tugas, hingga mekanisme evakuasi masyarakat. Setelah simulasi berakhir, dilakukan evaluasi bersama untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih membutuhkan penyempurnaan.

Risiko Operasional Jadi Perhatian

Senior Manager Bunyu Field, Ruri Heriandi, mengatakan keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam memastikan setiap pihak memahami peran masing-masing ketika kondisi darurat terjadi.

Menurutnya, kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak hanya bergantung pada kemampuan internal perusahaan. Dalam situasi tertentu, penanganan membutuhkan koordinasi dengan pemerintah, aparat keamanan, fasilitas kesehatan, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Pelibatan berbagai pihak tersebut memungkinkan setiap pihak memahami alur komunikasi dan pembagian peran apabila terjadi keadaan darurat, termasuk mekanisme evakuasi masyarakat, “ujar Ruri dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Ia menegaskan keselamatan merupakan prioritas dalam seluruh aktivitas operasi dan bisnis PEP Bunyu Field. Karena itu, latihan juga menjadi sarana untuk menguji apakah prosedur yang telah disiapkan perusahaan dapat dijalankan secara efektif ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

MGS Bunyu Punya Peran Strategis

MGS Bunyu merupakan salah satu fasilitas penting dalam rangkaian operasi produksi minyak dan gas bumi di Pulau Bunyu. Keandalan fasilitas tersebut berkaitan erat dengan keberlangsungan operasi sekaligus pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Pasokan gas dari fasilitas tersebut antara lain mendukung kebutuhan pembangkit listrik di wilayah Bunyu dan Tarakan serta jaringan gas rumah tangga atau city gas.

Posisi tersebut membuat gangguan terhadap fasilitas operasi tidak hanya berpotensi memengaruhi aktivitas perusahaan, tetapi juga dapat berdampak terhadap keberlanjutan pasokan energi.

Atas dasar itu, kesiapan menghadapi berbagai risiko menjadi bagian penting dalam pengelolaan operasi hulu migas, terutama pada fasilitas yang memiliki peran strategis dalam rantai produksi dan distribusi energi.

Libatkan Pemerintah dan Unsur Keamanan

Dalam Emergency Drill kali ini, PEP Bunyu Field melibatkan fungsi internal perusahaan bersama Incident Management Team (IMT) Zona 10.

Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan, BPBD Kota Tarakan, Kepolisian Sektor Bunyu, Komando Rayon Militer Bunyu, Pos Angkatan Laut Bunyu, Pemerintah Kecamatan Bunyu, Pemerintah Desa Bunyu Barat, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Bunyu, serta Puskesmas Bunyu.

Pelibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan keadaan darurat di wilayah operasi tidak dapat dilakukan secara parsial.

Ketika kondisi darurat berpotensi berdampak kepada masyarakat, komunikasi antara perusahaan dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan langkah evakuasi maupun penanganan warga terdampak.

Plt. Camat Bunyu, Jaenudin, menyambut baik pelaksanaan simulasi tersebut. Menurutnya, latihan memberikan kesempatan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan di Kecamatan Bunyu untuk memahami mekanisme koordinasi apabila menghadapi keadaan darurat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pemerintah dan stakeholder di Kecamatan Bunyu untuk memahami peran dan koordinasi masing-masing, khususnya dalam proses evakuasi warga terdampak, “kata Jaenudin.

Bukan Sekadar Latihan

Bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan hulu migas, latihan keadaan darurat memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memenuhi prosedur keselamatan.

Simulasi menjadi kesempatan untuk mengetahui apakah personel memahami tugasnya, jalur komunikasi dapat berjalan, sarana pendukung siap digunakan, serta koordinasi dengan pihak eksternal dapat dilakukan secara efektif.

Ruri mengatakan posisi fasilitas operasi sebagai objek vital nasional membuat aspek kesiapsiagaan perlu terus diuji.

“Kesiapan menghadapi keadaan darurat perlu terus diuji agar setiap potensi kondisi darurat dapat direspons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, dengan mengutamakan keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan, “ujarnya.

Evaluasi Jadi Kunci Perbaikan

Tahapan penting dalam kegiatan tersebut adalah evaluasi bersama. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas respons, komunikasi, koordinasi, kesiapan personel, serta sarana pendukung yang digunakan selama simulasi.

Latihan tidak cukup hanya dinilai dari keberhasilan menyelesaikan skenario yang telah ditentukan. Setiap kelemahan yang ditemukan justru perlu menjadi bahan perbaikan sebelum menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya.

Dengan demikian, Emergency Drill dapat menjadi proses pembelajaran berkelanjutan untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan di wilayah operasi.

Menjaga Keselamatan dan Pasokan Energi

PEP Bunyu Field merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan di bawah PT Pertamina Hulu Indonesia.

Dalam menjalankan kegiatan hulu migas di Kalimantan Utara, perusahaan tidak hanya dituntut menjaga keberlangsungan produksi, tetapi juga memastikan seluruh operasi memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.

Di tengah kebutuhan energi yang terus berjalan, keandalan fasilitas produksi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan pasokan energi bagi masyarakat.

Karena itu, kesiapan menghadapi keadaan darurat memiliki dua dimensi sekaligus, yakni melindungi manusia dan lingkungan serta memastikan fasilitas strategis energi tetap memiliki tingkat keandalan yang tinggi.

Emergency Drill dengan skenario longsor di MGS Bunyu Barat menjadi salah satu upaya untuk menguji kesiapan tersebut.

Namun, ukuran keberhasilan simulasi bukan semata-mata pada pelaksanaan kegiatan. Nilai terpentingnya terletak pada sejauh mana temuan selama latihan dapat diperbaiki dan setiap pihak benar-benar memahami apa yang harus dilakukan ketika keadaan darurat benar-benar terjadi.

Bagi wilayah yang menjadi bagian dari rantai produksi energi nasional, kesiapsiagaan bukan sekadar prosedur keselamatan, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasi sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.(Nr).


Bagikan:
error: