PWI Pusat Luncurkan PWI CHANNEL, Jadi Ruang Dialog Pers, Teknologi dan Kepentingan Publik

IMG 20260903 WA0036JAKARTA- bekasitoday.com– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi meluncurkan PWI CHANNEL, podcast resmi yang disiapkan sebagai ruang dialog mengenai dunia pers, media, teknologi, serta berbagai isu yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.

Peluncuran PWI CHANNEL berlangsung di Kantor PWI Pusat, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Episode perdana menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo sebagai narasumber.

Kehadiran Angga Raka dalam episode pertama menjadi penanda dimulainya kanal komunikasi baru PWI Pusat di tengah perubahan cepat ekosistem informasi digital.

Sejumlah pengurus PWI Pusat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Agus Sudibyo, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto, Sekretaris Dewan Pakar PWI Pusat Nurjaman Mochtar, Ketua Bidang Kerja Sama PWI Pusat Ariawan, serta Bendahara Umum PWI Pusat Sumber Rajasa Ginting.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyampaikan apresiasi atas kesediaan Wamen Komdigi menjadi narasumber perdana. Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam peluncuran PWI CHANNEL menunjukkan pentingnya hubungan antara pemerintah dan pers dalam menjaga kualitas ekosistem informasi nasional.

“Kehadiran Bapak Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Komdigi, di episode perdana PWI CHANNEL ini menunjukkan bahwa pemerintah serius menempatkan pers sebagai mitra strategis dalam menjaga ekosistem informasi nasional. Di tengah derasnya arus digital, tantangan kita bersama bukan hanya melawan disinformasi, tetapi juga menjaga harkat profesi wartawan di tengah tantangan disrupsi teknologi, “ujar Munir.

Ia menegaskan, transformasi digital tidak boleh membuat pers kehilangan fungsi dasarnya sebagai penyedia informasi yang akurat dan berpihak pada kepentingan publik.

Wamen Komdigi Minta PWI CHANNEL Berbeda dan Mendidik

Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo menyambut baik peluncuran PWI CHANNEL. Ia berpesan agar kanal tersebut memiliki karakter yang berbeda dibandingkan berbagai platform informasi lainnya.

Menurut Angga, derasnya arus informasi saat ini membuat masyarakat membutuhkan rujukan yang kredibel dan dapat dipercaya.

“Saya mengucapkan selamat atas mengudaranya PWI CHANNEL. Di tengah banjir informasi saat ini, publik butuh rujukan yang kredibel. Jadikan PWI CHANNEL sebagai channel yang berbeda, “ujar Angga.

Ia berharap PWI CHANNEL mampu menyajikan informasi secara utuh, jernih dan mendidik, sekaligus menjadi ruang literasi media bagi masyarakat.

“Jadikan PWI CHANNEL sebagai wadah untuk menyampaikan informasi yang utuh dan jernih serta menghadirkan narasi yang mendidik, jernih, dan mencerahkan masyarakat. Pemerintah siap bersinergi agar podcast ini menjadi ruang literasi media yang kuat, “lanjutnya.

Episode perdana PWI CHANNEL tersebut dipandu Dede Apriadi, Wakil Ketua Bidang Penyiaran PWI Pusat.

Kecepatan Digital Tak Boleh Kalahkan Akurasi

Peluncuran PWI CHANNEL juga menjadi momentum bagi PWI untuk menyoroti tantangan profesi jurnalistik di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Akhmad Munir mengatakan digitalisasi telah membuat proses produksi dan distribusi informasi menjadi semakin cepat. Namun, kecepatan tersebut tidak boleh menggeser prinsip utama jurnalistik, yakni akurasi dan keberimbangan.

Menurutnya, pers saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disinformasi, konten sensasional hingga narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kecepatan informasi tidak boleh mengorbankan akurasi dan keberimbangan. Di sinilah peran wartawan profesional diuji. Masyarakat membutuhkan rujukan kebenaran, bukan sekadar kecepatan, “tegas Munir.

Ia menilai wartawan tetap memiliki posisi penting dalam menyaring informasi sekaligus memberikan konteks kepada masyarakat di tengah derasnya arus konten digital.

PWI Soroti Tantangan Kecerdasan Buatan

Selain disinformasi dan perubahan pola konsumsi informasi, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut menjadi perhatian PWI.

Munir menilai AI dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai pekerjaan jurnalistik, seperti mengolah data dan merangkum informasi. Namun, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan tanggung jawab moral seorang wartawan.

“AI memang bisa membantu mencari data atau merangkum informasi, tetapi AI tidak memiliki hati nurani, empati, maupun komitmen moral terhadap kebenaran. Teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti jurnalis, “ujar Munir.

Sebagai respons terhadap perkembangan tersebut, PWI Pusat saat ini tengah menyusun Panduan Etika Penggunaan AI yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi anggota PWI di seluruh Indonesia.

Panduan tersebut diarahkan agar pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik tetap memperhatikan profesionalisme, akurasi, independensi dan tanggung jawab kepada publik.

PWI CHANNEL Dibuka untuk Beragam Perspektif

PWI CHANNEL tidak hanya dirancang sebagai podcast internal organisasi, tetapi juga sebagai ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai dunia pers dan perkembangan media.

Kanal tersebut nantinya akan menghadirkan jurnalis senior, akademisi, praktisi media, tokoh masyarakat hingga pejabat pemerintah sebagai narasumber. Berbagai isu akan dibahas, mulai dari perkembangan pers, teknologi, media digital hingga persoalan yang memiliki dampak terhadap kepentingan publik.

PWI Pusat menegaskan seluruh konten PWI CHANNEL tetap berlandaskan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, dengan menjunjung tinggi independensi, akurasi, keberimbangan dan kepentingan publik.

Kehadiran PWI CHANNEL sekaligus menjadi bagian dari upaya PWI memperluas ruang komunikasi dengan masyarakat di tengah perubahan pola konsumsi informasi.

Di tengah derasnya arus konten digital dan perkembangan AI, PWI CHANNEL diharapkan mampu menjadi salah satu ruang yang menawarkan informasi terverifikasi, dialog substantif serta perspektif yang dapat dipertanggungjawabkan.

Episode PWI CHANNEL dapat disaksikan dan didengarkan melalui kanal resmi PWI Pusat di YouTube, Spotify, serta sejumlah platform podcast lainnya.(Nr).

Bagikan:
error: