Pilkades Sukaringin Memanas, Korban Luka Tempuh Jalur Hukum

BEKASI- bekasitoday.com– Suasana politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, memanas. Penetapan dan pengundian nomor urut bakal calon kepala desa yang digelar Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB berujung kericuhan antar pendukung setelah seluruh rangkaian acara selesai.

Kericuhan terjadi ketika rombongan pendukung dan tim pemenangan calon yang disebut sebagai kubu “MD”, yakni Haji Markim dan Haji Darta Dwi Putra, mengarak kepulangan calon menuju kediamannya di Kampung Kepuh, Desa Sukaringin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, ketegangan bermula ketika rombongan melintasi jalan raya yang berada di kawasan berkumpulnya pendukung calon lainnya. Situasi kemudian memanas setelah terjadi saling ejek dan gesekan antar kelompok.

Ketegangan tersebut berkembang menjadi aksi saling dorong hingga berujung baku hantam di tepi jalan. Insiden itu juga sempat menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Sukaringin tersendat dan mengalami kemacetan.

Salah seorang warga Sukaringin, Radi alias Olil, disebut turut menjadi korban. Saat kejadian, Radi tengah merekam situasi menggunakan kamera telepon selulernya melalui siaran langsung. Ia diduga mendapat tendangan dari salah seorang simpatisan kubu lawan.IMG 20260910 WA0042

Kericuhan juga dialami Jary, mantan Ketua BPD Desa Sukaringin sekaligus Ketua Gapoktan Kecamatan Sukawangi, yang saat itu berada bersama rombongan pendukung MD.

Jary mengatakan, dirinya semula hendak pulang setelah seluruh proses pengundian nomor urut selesai. Namun, ketika rombongan masyarakat melintas di lokasi tempat pendukung calon lain berkumpul, suasana tiba-tiba berubah tegang.

“Saya mau pulang karena melewati mereka yang sedang kumpul. Tiba-tiba kita (masyarakat) diduga tidak boleh melintasi jalan atau dihalang-halangi, seperti sengaja begitu. Akhirnya situasi makin panas dan terjadi saling dorong, “ujar Jary.

Menurut Jary, situasi kemudian berkembang menjadi aksi fisik. Ia mengaku mengalami luka memar dan goresan pada bagian wajah akibat kejadian tersebut.

“Ini saya juga luka memar dan ada goresan cakaran di wajah. Ada beberapa korban lainnya, “katanya.

Kericuhan akhirnya berhasil diredam setelah aparat gabungan yang terdiri dari unsur TNI, kepolisian, Linmas, serta warga sekitar turun tangan memisahkan kedua kelompok.

Petugas kemudian mengimbau para pendukung masing-masing bakal calon kepala desa agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh suasana selama seluruh tahapan Pilkades Sukaringin berlangsung.

Pasca-insiden tersebut, sejumlah korban yang mengalami luka disebut telah menjalani visum dan membuka laporan terkait kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian.

Sementara itu, penanganan insiden masih berada di pihak kepolisian setempat. Belum diperoleh kepastian mengenai keseluruhan laporan resmi yang dibuat oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam kericuhan tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena tahapan Pilkades Sukaringin masih akan berlanjut. Aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan langkah antisipasi dan pengamanan guna mencegah terulangnya gesekan antarpendukung pada tahapan berikutnya.

Pilkades semestinya menjadi ruang bagi masyarakat desa untuk menentukan pemimpin secara demokratis dan damai. Perbedaan pilihan politik seharusnya tidak berkembang menjadi benturan fisik yang berpotensi merugikan masyarakat maupun mengganggu kondusivitas wilayah.

Kini, masyarakat Sukaringin diharapkan dapat mengedepankan kedewasaan politik dan memberikan kesempatan kepada setiap calon untuk menyampaikan visi serta programnya tanpa tekanan maupun tindakan yang dapat memicu konflik.(Nr).

Bagikan:
error: