Warga Cabang 4 Hurip Jaya Minta Pemda Normalisasi Saluran Air Sepanjang 1 Kilometer

InShot 20261030BEKASI, bekasitoday.com – Warga Kampung Cabang 4, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, meminta pemerintah daerah segera melakukan normalisasi saluran air sepanjang kurang lebih satu kilometer di wilayah RT 02/RW 01. Permintaan tersebut disampaikan menyusul kondisi saluran yang dinilai sudah tidak berfungsi optimal dan kerap menimbulkan kekhawatiran saat terjadi banjir kiriman.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinan Bupati dr. Asep Surya Atmaja dapat segera menindaklanjuti persoalan tersebut, mengingat saluran air itu memiliki peran penting dalam mengalirkan air rumah tangga maupun menampung aliran air saat musim hujan.

Menurut keterangan sejumlah warga, pada 2013 lalu kondisi saluran tersebut masih berfungsi dengan baik dan layak digunakan sebagai jalur pembuangan air. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisinya mengalami perubahan karena banyak bangunan permanen berdiri di atas saluran, bahkan sebagian sudah tertutup.

“Saat ini kondisi saluran tersebut sudah tidak berfungsi dengan baik, lantaran banyak bangunan permanen yang berdiri di atas saluran, bahkan sudah tertutup, “ungkap sejumlah warga Kampung Cabang 4, Jumat (30/10/2026).

Warga berharap saluran yang sebelumnya berfungsi optimal tersebut dapat dinormalisasi kembali agar aliran air tidak terhambat dan risiko genangan dapat dikurangi.

“Kami meminta pemerintah daerah berpihak kepada kebutuhan masyarakat. Apalagi saat ini kondisi cuaca tidak menentu. Kami khawatir banjir kiriman datang dan wilayah kami kembali terdampak. Air kiriman datang dengan cepat, tetapi surutnya bisa berlangsung lama hingga berminggu-minggu, “tutur warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera meninjau kondisi saluran tersebut dan mengambil langkah penanganan. Normalisasi dinilai penting untuk mengembalikan fungsi saluran air sekaligus mengantisipasi dampak banjir kiriman di wilayah Desa Hurip Jaya.(Nr).

Bagikan:
error: