Normalisasi Kali CBL Ditargetkan Tuntas Tahun Ini

Pemkab Bekasi Genjot Normalisasi Kali CBL Target Rampung Tahun Ini

BEKASI — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi memperketat koordinasi guna mempercepat mitigasi ancaman banjir di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Fokus utama diarahkan pada penyelesaian proyek normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) sepanjang 16 kilometer yang diproyeksikan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 ini.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa percepatan infrastruktur tata air ini memegang peranan krusial dalam menghadapi anomali cuaca serta curah hujan tinggi yang sulit diprediksi ke depannya. Komitmen tersebut disampaikan secara langsung saat dirinya meninjau progres pekerjaan normalisasi di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, didampingi oleh Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.

Sisa Satu Kilometer, Pemkab Bekasi Siap Tutup Kekurangan Anggaran

Proyek pengerukan dan pelebaran yang melintasi tiga wilayah kecamatan—yakni Cibitung, Tambun Utara, hingga Sukawangi—kini mencatatkan progres signifikan dan menyisakan bentangan sekitar satu kilometer saja. Untuk menuntaskan pekerjaan di sisa segmen tersebut, dibutuhkan estimasi anggaran tambahan senilai Rp2 miliar.

Gubernur Dedi Mulyadi meminta jajaran eksekutif Kabupaten Bekasi untuk segera mengamankan alokasi dana tersebut agar target rampung di akhir tahun dapat terealisasi tanpa kendala berarti.

“Harus kelar tahun ini. Butuh biaya berapa untuk sisanya? Rp2 miliar itu selesai lah sama Kabupaten Bekasi saja,” tegas Dedi di hadapan jajaran pejabat setempat.

Dengan terselesaikannya sisa anggaran tersebut, kapasitas penampang sungai dipastikan meningkat optimal sehingga volume air dari hulu Cikarang dapat mengalir lancar menuju hilir tanpa melimpas ke area permukiman penduduk.

Penertiban Tiga Jembatan dan Restorasi Kali Mati

Selain pengerukan sedimen di alur utama Kali CBL, peninjauan lapangan juga menyoroti keberadaan tiga unit jembatan di Desa Sriamur yang dinilai mempersempit penampang basah sungai dan menghambat laju air. Pihak Pemprov Jabar menyatakan kesiapan dalam menyediakan dukungan alat berat untuk pengerukan lumpur sekaligus membantu konstruksi ulang jembatan setelah proses pembongkaran rampung.

“Sudah minggu saya siapkan alat untuk mengangkat lumpur-lumpurnya, sekarang dibongkar saja jembatan-jembatannya dulu. Setelah itu, jembatannya langsung kita bangun,” jelas Dedi.

Langkah pemulihan lingkungan air ini juga akan diperluas ke Kali Mati di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi. Aliran sungai tersebut mengalami sedimentasi parah yang mengakibatkan sebagian alih fungsi lahan menjadi kebun warga. Normalisasi ini mendesak dilakukan guna mengembalikan fungsi ekologisnya sebagai saluran drainase sekaligus penunjang irigasi pertanian rakyat.

Sebagai tindak lanjut taktis, kedua instansi pemerintahan dijadwalkan menggelar rapat koordinasi komprehensif guna merumuskan skema relokasi warga terdampak serta pemanfaatan dana darurat Belanja Tidak Terduga (BTT).

Sambutan Positif Pemkab Bekasi

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyambut baik sinergi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pihaknya memastikan komitmen penuh untuk merampungkan kekurangan pembiayaan anggaran tahun ini agar konektivitas aliran Kali CBL dari Cikarang hingga pertemuan Kali Bekasi dapat berfungsi secara maksimal.

“Kita akan selesaikan normalisasi Kali CBL tahun ini dan kekurangan anggarannya akan segera kita selesaikan tahun ini juga, sehingga normalisasi Kali CBL dari Cikarang hingga pertemuan Kali Bekasi ini bisa selesai,” tutur Asep.

Lebih lanjut, Bupati Asep juga mendukung penuh rencana lanjutan normalisasi Kali Mati secara bertahap dari Desa Sukamekar hingga kawasan Cabangbungin. Terkait warga yang terdampak langsung oleh program penataan ini, pemerintah daerah telah menyiapkan solusi hunian relokasi yang layak.

Melalui sinergi lintas tingkat pemerintahan ini, normalisasi Kali CBL dan Kali Mati diharapkan mampu menekan sedimentasi, mendongkrak kapasitas aliran drainase makro, serta memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Bekasi dari risiko banjir musiman.

Bagikan:
error: