Kontak Tembak di Kampung Kembru, TNI Lumpuhkan Anggota Kelompok Bersenjata OPM

IMG 20260418 WA0059PAPUA- bekasitoday.com- Pusat Penerangan (Puspen) Tentara Nasional Indonesia mengeluarkan keterangan resmi untuk memberikan klarifikasi menyeluruh terkait dua insiden yang terjadi di wilayah Papua pada 14 April 2026. Dalam pernyataannya, TNI menegaskan bahwa kedua peristiwa tersebut terjadi di lokasi yang berbeda dan tidak saling berkaitan, sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai satu rangkaian kejadian.

Penegasan ini disampaikan guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat, khususnya terkait dugaan keterkaitan antara operasi keamanan dengan laporan adanya korban warga sipil di lokasi lain.

Insiden pertama terjadi di Kampung Kembru, setelah aparat menerima laporan masyarakat mengenai keberadaan anggota Organisasi Papua Merdeka di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, prajurit TNI melakukan patroli dan pengecekan ke lokasi. Namun setibanya di Kampung Kembru, aparat justru mendapat serangan tembakan yang memicu terjadinya kontak senjata.

Dalam kontak tembak tersebut, empat orang dari kelompok bersenjata OPM dilaporkan berhasil dilumpuhkan. Selain itu, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua pucuk senjata rakitan, satu senapan angin, amunisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, busur panah, serta berbagai senjata tajam. Petugas turut menemukan alat komunikasi seperti telepon genggam dan handy talky (HT), bendera OPM, serta dokumen identitas pribadi.

Sementara itu, insiden kedua dilaporkan terjadi di Kampung Jigiunggi yang berjarak sekitar 7 kilometer dari lokasi pertama. Aparat TNI menerima laporan dari kepala kampung setempat mengenai adanya seorang anak yang meninggal dunia dengan luka tembak. Menindaklanjuti laporan tersebut, prajurit segera melakukan pengecekan dan mengonfirmasi keberadaan korban.

Meski demikian, TNI menegaskan bahwa penyebab pasti dari peristiwa di Kampung Jigiunggi masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut oleh otoritas terkait.

TNI juga secara tegas membantah keterlibatan prajurit dalam insiden yang menimpa anak tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, pada saat kejadian tidak terdapat aktivitas patroli TNI di wilayah Kampung Jigiunggi, yang lokasinya juga cukup jauh dari titik kontak tembak di Kampung Kembru.

Sebagai bagian dari komitmen institusi, TNI menyatakan akan terus mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Proses investigasi pun terus dilakukan guna memastikan kebenaran fakta di lapangan sekaligus menjaga stabilitas keamanan serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat di wilayah Papua.(Tim).

Bagikan:
error: