TUAL- bekasitoday.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku, Gindo Ginting, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual pada Rabu (8/7/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memberikan pengarahan, evaluasi, sekaligus penguatan kelembagaan kepada seluruh jajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian di wilayah Maluku.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual itu, Gindo Ginting didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Abduraab Ely, serta Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian, Sukri Martin, beserta tim dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual, Abdul Hasyim, bersama seluruh jajaran.
Dalam arahannya, Gindo Ginting menyoroti aktivitas media sosial Kantor Imigrasi Tual yang dinilai masih perlu dibenahi agar publikasi kegiatan dapat lebih optimal dan memenuhi kebutuhan pelaporan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.
Ia juga menegaskan bahwa predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) harus diwujudkan melalui kinerja nyata, bukan sekadar pemenuhan administrasi.
“Predikat WBK dan WBBM harus dibangun dengan kerja nyata, bukan hanya sekadar data administratif yang disalin atau copy-paste. Seluruh jajaran harus bergerak menjalankan Reformasi Birokrasi secara nyata, “tegas Gindo Ginting.
Lebih lanjut, ia meminta Plt. Kakanim Abdul Hasyim bersama seluruh Kelompok Kerja (Pokja) I hingga VI untuk mempercepat implementasi Reformasi Birokrasi. Menurutnya, pelayanan keimigrasian tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat melalui pelayanan jemput bola.
“Kita tidak boleh hanya pasif melayani di dalam kantor. Imigrasi harus jemput bola ke masyarakat. Segera perkuat koordinasi dengan Forkopimda Kota maupun Kabupaten, serta petakan mitigasi risiko terhadap setiap potensi masalah di lapangan, “ujarnya.
Selain itu, Gindo juga menginstruksikan Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) agar memperkuat sinergi lintas seksi dalam mendukung penyebaran informasi secara digital. Seluruh dokumentasi kegiatan lapangan pun diwajibkan menggunakan fitur geo-tag lokasi guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan.
Ia turut menekankan pentingnya mengoptimalkan fungsi Desa Binaan Imigrasi sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai ancaman keimigrasian, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dalam hal ini, Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) diharapkan aktif menjadi agen literasi keimigrasian sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Abduraab Ely, memberikan apresiasi terhadap kinerja Subbagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Tual yang dinilai telah mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dengan baik. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketepatan waktu dalam penyampaian laporan kepada kantor wilayah maupun pusat agar target kinerja tetap tercapai.
Sementara itu, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan, Izin Tinggal, dan Status Keimigrasian, Sukri Martin, memaparkan sejumlah agenda strategis yang akan menjadi fokus ke depan. Agenda tersebut meliputi ekspansi organisasi, pengawasan terhadap penyelenggaraan event internasional, hingga peningkatan perhatian terhadap berbagai isu publik yang berkaitan dengan tugas keimigrasian.
Menutup rangkaian kegiatan, Plt. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual, Abdul Hasyim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kakanwil beserta jajaran atas seluruh arahan, evaluasi, dan masukan strategis yang diberikan.
Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual berkomitmen untuk segera menindaklanjuti setiap arahan pimpinan, mulai dari percepatan program kerja, peningkatan kualitas pelaporan berbasis teknologi, hingga pembenahan menuju terwujudnya Zona Integritas.
“Kami siap bergerak cepat dalam menghadirkan pelayanan jemput bola kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan keimigrasian di wilayah kerja Tual demi menjaga marwah institusi, “ujar Abdul Hasyim.
Seluruh rangkaian pengarahan dan penguatan institusi berlangsung dengan tertib dan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku.(Nr).
