Wamenaker: Job Fair Kini Jadi Jembatan Strategis Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja di Era Transformasi Industri

IMG 20260729 WA0073MAGELANG- bekasitoday.com- Pemerintah terus memperkuat strategi perluasan kesempatan kerja di tengah pesatnya transformasi industri dan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja. Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah penyelenggaraan Job Fair, yang kini tidak lagi sekadar menjadi ajang mencari pekerjaan, melainkan wadah strategis untuk mempertemukan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, saat membuka Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Kota Magelang Tahun 2026 di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).

Menurut Afriansyah, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi global, serta perubahan kebutuhan industri telah mengubah pola rekrutmen tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah mendorong terbangunnya sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar kualitas sumber daya manusia Indonesia mampu menjawab tantangan zaman.

“Job Fair menjadi ruang strategis yang mempertemukan pencari kerja secara langsung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Momentum ini sekaligus membuka akses informasi mengenai kompetensi yang saat ini dibutuhkan dunia industri, “ujar Afriansyah.

Ia menjelaskan, fungsi Job Fair saat ini telah berkembang menjadi sarana edukasi bagi para pencari kerja. Selain memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan, peserta juga dapat memahami tren kebutuhan industri serta membangun komunikasi secara langsung dengan perusahaan melalui proses rekrutmen yang berlangsung di lokasi kegiatan.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penempatan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

Afriansyah juga menilai transformasi industri telah melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru yang menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tenaga kerja saat ini juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, mudah beradaptasi terhadap perubahan, berpikir kritis, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan (problem solving).

“Tenaga kerja yang memiliki kompetensi, mampu beradaptasi, dan terus meningkatkan kapasitas diri akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat di tengah dinamika dunia kerja, “tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenaker turut mengajak masyarakat untuk memandang sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian penting dalam ekosistem ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, UMKM tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi ruang berkembangnya inovasi, kreativitas, serta kemandirian masyarakat.

“UMKM bukan lagi sekadar pilihan alternatif. Sektor ini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi sekaligus pencipta lapangan kerja yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang, “katanya.

Afriansyah juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Magelang beserta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi menyelenggarakan Job Fair Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan, pencari kerja, dan sektor industri.

Pemerintah berharap penyelenggaraan Job Fair dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja, meningkatkan kualitas penempatan tenaga kerja, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui terserapnya tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri.(Nr).

Bagikan:
error: