Top 3 Reksadana Saham dengan Expense Ratio Terendah

Top 3 Reksadana Saham dengan Expense Ratio Terendah
istockphoto.com

Reksadana menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena menawarkan kemudahan akses dan diversifikasi aset bagi investor. Melalui reksadana, Anda dapat berinvestasi pada berbagai aset yang dikelola oleh manajer investasi profesional tanpa harus memilih instrumen satu per satu.

Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh pilihan investasi saham, reksadana saham di Makmur.id dapat menjadi salah satu referensi untuk membandingkan berbagai produk berdasarkan kinerja, biaya pengelolaan, hingga karakteristik investasinya. Selain menyediakan informasi produk yang transparan, Makmur.id juga membantu investor mengakses berbagai pilihan reksadana secara praktis melalui platform digital yang mudah digunakan.

Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum memilih reksadana adalah expense ratio atau biaya pengelolaan. Biaya ini akan memengaruhi hasil investasi karena secara langsung menjadi bagian dari biaya operasional pengelolaan dana. Oleh karena itu, memilih produk dengan expense ratio yang efisien dapat membantu investor mengoptimalkan potensi hasil investasi dalam jangka panjang.

Berikut adalah tiga reksadana saham dengan expense ratio terendah berdasarkan data per 28 Juli 2026 yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan investasi.

1. BNI-AM Indeks IDX Growth30 Kelas R1

BNI-AM Indeks IDX Growth30 Kelas R1 menjadi reksadana saham dengan expense ratio terendah dalam daftar ini, yaitu sebesar 0,03%. Angka tersebut menunjukkan biaya pengelolaan yang sangat efisien dibandingkan sebagian besar produk reksadana saham lainnya.

Produk ini memiliki dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp37,25 miliar dengan minimum investasi mulai dari Rp10.000. Nominal tersebut membuatnya cukup mudah diakses oleh investor pemula yang ingin mulai mengenal investasi reksadana saham dengan modal terjangkau.

BNI-AM Indeks IDX Growth30 Kelas R1 merupakan reksadana indeks yang mengikuti pergerakan IDX Growth30, yaitu indeks yang berisi saham-saham perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi di Bursa Efek Indonesia. Dengan strategi berbasis indeks, investor dapat memperoleh diversifikasi ke sejumlah saham tanpa perlu melakukan pemilihan saham secara mandiri.

Namun, biaya pengelolaan yang rendah bukan menjadi satu-satunya faktor penentu dalam memilih produk investasi. Investor tetap perlu mempertimbangkan strategi investasi, risiko pasar, serta kesesuaian produk dengan tujuan finansial masing-masing.

2. STAR Infobank 15 Kelas Utama

Posisi kedua ditempati oleh STAR Infobank 15 Kelas Utama dengan expense ratio sebesar 0,87%. Produk ini memiliki dana kelolaan sebesar Rp40,21 miliar dan minimum investasi awal Rp100.000.

Produk ini berfokus pada saham-saham yang terdapat dalam indeks Infobank15, yaitu kumpulan saham perusahaan sektor keuangan yang memiliki kinerja dan likuiditas tertentu. Fokus tersebut membuat produk ini dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur pada sektor keuangan melalui instrumen reksadana.

Dengan biaya yang masih tergolong efisien, STAR Infobank 15 Kelas Utama dapat dipertimbangkan oleh investor yang ingin mencari keseimbangan antara biaya pengelolaan dan strategi investasi tertentu.

3. BNI-AM Indeks IDX30

BNI-AM Indeks IDX30 menempati posisi ketiga dengan expense ratio sebesar 1,34%. Meski lebih tinggi dibandingkan dua produk sebelumnya, biaya tersebut masih termasuk kompetitif untuk produk reksadana indeks dengan skala dana kelolaan yang besar.

Produk ini memiliki AUM sebesar Rp813,03 miliar dengan minimum investasi mulai dari Rp10.000. Dana kelolaan yang besar menunjukkan tingkat kepercayaan investor sekaligus memberikan gambaran mengenai skala pengelolaan produk.

BNI-AM Indeks IDX30 mengikuti indeks IDX30 yang terdiri dari 30 saham dengan kapitalisasi pasar besar dan tingkat likuiditas tinggi di Bursa Efek Indonesia. Karena berfokus pada saham-saham unggulan, produk ini dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap perusahaan besar melalui satu instrumen investasi.

Meski demikian, reksadana indeks tetap memiliki risiko karena nilai investasinya mengikuti pergerakan pasar saham. Investor perlu memahami bahwa potensi keuntungan yang lebih tinggi juga disertai dengan kemungkinan fluktuasi nilai investasi.

Perbandingan Ketiga Reksadana Saham Berdasarkan Expense Ratio

Berdasarkan data per 28 Juli 2026, BNI-AM Indeks IDX Growth30 Kelas R1 menjadi produk dengan expense ratio paling rendah, yaitu 0,03%. Produk ini menarik bagi investor yang mempertimbangkan efisiensi biaya dan ingin memulai investasi dengan modal kecil.

Sementara itu, STAR Infobank 15 Kelas Utama menawarkan biaya pengelolaan yang tetap rendah dengan fokus investasi pada sektor keuangan. Di sisi lain, BNI-AM Indeks IDX30 memiliki keunggulan dari sisi dana kelolaan yang jauh lebih besar serta eksposur terhadap saham-saham unggulan di pasar modal Indonesia.

Namun, expense ratio bukan satu-satunya indikator yang perlu diperhatikan. Investor juga perlu melihat faktor lain seperti kinerja historis, profil risiko, tujuan investasi, serta jangka waktu investasi sebelum menentukan produk yang sesuai.

Memilih reksadana dengan biaya pengelolaan rendah dapat menjadi strategi untuk menjaga efisiensi investasi. Meski begitu, keputusan investasi tetap perlu dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek agar sesuai dengan kebutuhan finansial Anda.

Mulai Investasi Reksadana Dengan Makmur.id

Investasi reksadana kini dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui platform digital yang menyediakan informasi produk secara transparan. Dengan memahami biaya pengelolaan, karakteristik produk, dan tingkat risiko, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih terencana.

Jika Anda ingin mulai membangun portofolio investasi secara bertahap, pastikan memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan. Dengan perencanaan yang baik, investasi reksadana dapat menjadi salah satu langkah untuk mencapai target finansial jangka panjang.

Bagikan:
error: