PHKT Hidupkan Kembali Sumur Sepinggan V-7, Produksi 710 BOPD

IMG 20260911 WA0069BALIKPAPAN- bekasitoday.com– Potensi produksi minyak dan gas bumi (migas) dari lapangan yang telah beroperasi selama puluhan tahun ternyata masih terbuka lebar. Hal itu dibuktikan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui keberhasilan mengoptimalkan kembali Sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi minyak mencapai 710 barel per hari (BOPD).

Tak hanya minyak, sumur tersebut juga mencatatkan produksi gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Capaian itu bahkan melampaui target awal produksi gas yang ditetapkan sebesar 0,5 MMSCFD.

Keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan aset migas mature tidak selalu harus mengandalkan pembukaan wilayah kerja maupun pengeboran sumur baru. Dengan strategi teknis, teknologi, serta pengelolaan operasi yang tepat, aset existing masih memiliki peluang untuk dikembangkan guna menambah produksi dan menopang ketahanan energi nasional.

General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, mengatakan optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 bermula dari upaya membuka kembali akses menuju zona produktif yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, optimalisasi sumur existing menjadi salah satu strategi PHKT untuk menjaga kesinambungan produksi migas, khususnya pada aset yang telah memasuki fase mature.

“Optimalisasi sumur-sumur existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui aset yang sudah beroperasi puluhan tahun. Setiap peluang pengembangan terus kami kaji dengan mempertimbangkan keselamatan, efektivitas, efisiensi, dan keandalan operasi, “ujar Darmapala dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

Buka Potensi di Kedalaman 13.000 Kaki

Proses menghidupkan kembali potensi produksi Sumur Sepinggan V-7 bukan pekerjaan sederhana. PHKT terlebih dahulu melakukan kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan yang terdapat di dalam sumur.

Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki berhasil dibuka, pekerjaan dilanjutkan melalui kegiatan workover serta perforasi pindah lapisan pada zona yang diperkirakan masih memiliki potensi produksi.

Hasil pengujian kemudian menunjukkan respons positif. Dalam pengujian produksi pada 1 September 2026, Sumur V-7 mampu menghasilkan minyak sebesar 710 BOPD dan gas sekitar 0,8 MMSCFD.

Angka tersebut menjadi capaian penting bagi PHKT karena menunjukkan bahwa sumur yang telah lama beroperasi masih menyimpan peluang produksi yang dapat dikonversi menjadi tambahan produksi melalui kombinasi pengalaman teknis, teknologi, dan pengelolaan operasi yang presisi.

Darmapala menilai keberhasilan Sumur V-7 sekaligus memperkuat komitmen PHKT untuk terus mencari sumber pertumbuhan produksi dari aset yang telah dimiliki.

“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari Sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali. Ini menjadi bagian dari kontribusi kami terhadap keberlanjutan produksi migas dan ketersediaan energi Indonesia, “katanya.

SKK Migas Dorong Optimalisasi Aset Existing

Keberhasilan PHKT tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri.

Ia menilai keberhasilan mengangkat kembali produksi Sumur Sepinggan V-7 menunjukkan bahwa aset migas yang telah beroperasi masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali Sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi lebih tinggi dari target, “ujar Haryanto.

Menurutnya, pendekatan serupa penting untuk terus dikembangkan, terutama di wilayah Kalimantan yang memiliki sejumlah aset migas mature.

SKK Migas, kata Haryanto, akan terus mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mengidentifikasi sekaligus mengoptimalkan potensi produksi yang masih tersedia pada aset existing.

Harapannya, keberhasilan Sumur V-7 tidak berhenti sebagai capaian pada satu sumur, tetapi dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi serupa pada sumur-sumur lain yang masih memiliki peluang produksi.

Di sisi lain, PHKT terus memperkuat investasi dan penerapan teknologi dalam kegiatan eksploitasi. Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menambah cadangan, memperbaiki tingkat perolehan atau recovery rate, serta mempertahankan keandalan operasi.

Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), PHKT mengelola kegiatan usaha hulu migas di Zona 10, termasuk Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Attaka.

Dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), PHKT terus mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan energi yang aman, efisien, andal, patuh terhadap ketentuan, sekaligus memperhatikan aspek lingkungan.

Keberhasilan Sumur Sepinggan V-7 memberikan pesan bahwa sumber pertumbuhan produksi migas tidak selalu harus berasal dari wilayah atau sumur baru. Dengan teknologi, ketepatan strategi, dan disiplin operasi, aset lama pun masih dapat menjadi sumber energi baru bagi Indonesia.

#EnergiKalimantanUntukIndonesia.(Nr)

Bagikan:
error: