Bursa Calon Wakil Bupati Bekasi, XTC Sexyroad Tekankan Integritas dan Rekam Jejak

IMG 20261029 WA0033BEKASI, bekasitoday.com – Bursa calon Wakil Bupati Bekasi mulai menjadi perhatian publik setelah dr. Asep Surya Atmaja resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030. Sejumlah kalangan berharap figur yang mendampinginya dipilih berdasarkan integritas, rekam jejak, dan kompetensi, bukan semata-mata pertimbangan finansial.

Sekretaris XTC Sexyroad DPC Kabupaten Bekasi, Ahmad Buchori, mengatakan Kabupaten Bekasi membutuhkan sosok wakil bupati yang bersih, berani, serta mampu bekerja langsung di lapangan untuk membantu kepala daerah menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan.

Menurut Buchori, besarnya potensi ekonomi Kabupaten Bekasi perlu diimbangi dengan tata kelola pemerintahan yang baik, penataan lingkungan, dan peningkatan pelayanan publik.

“Bekasi uangnya banyak, tetapi persoalan penataan lingkungan saja tidak rapi, apalagi persoalan lainnya yang masih menjadi pekerjaan rumah, “ujar Buchori, Kamis (29/10/2026).

Rekam Jejak Jadi Pertimbangan

Buchori menilai, proses penentuan calon wakil bupati harus menjadi momentum bagi partai politik pengusung untuk mempertimbangkan kualitas figur yang akan mendampingi Asep Surya Atmaja.

Ia berharap calon yang diusulkan memiliki integritas pribadi, pengalaman organisasi maupun pemerintahan, kemampuan berkomunikasi lintas sektor, serta komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

Menurutnya, persoalan hukum yang pernah melibatkan sejumlah pejabat daerah dapat menjadi bahan evaluasi agar pengisian jabatan tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik dan dukungan finansial.

“Bekasi membutuhkan sosok yang bersih dan berani, yang bisa membantu bupati menata serta membenahi Kabupaten Bekasi dari berbagai bidang, “tegasnya.

Ia menambahkan, jabatan wakil bupati bukan sekadar posisi politik, melainkan amanah untuk membantu kepala daerah menjalankan pemerintahan, mengawal pembangunan, dan mendorong penyelesaian persoalan masyarakat.

Dorong Pembenahan Pelayanan Publik

Buchori juga menyoroti pentingnya pembenahan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan penataan wilayah sebagaimana menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Menurutnya, calon wakil bupati perlu memahami persoalan di lapangan, mendengarkan aspirasi warga, serta mendorong langkah penyelesaian yang konkret.

Tantangan Kabupaten Bekasi, lanjutnya, tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga penataan lingkungan, pengelolaan wilayah, pelayanan dasar, dan pemerataan manfaat pembangunan di tengah aktivitas ekonomi dan industri yang berkembang.

Karena itu, figur yang terpilih diharapkan mampu membangun sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan masyarakat.

Partai Pengusung dan DPRD Berperan

Pengisian jabatan Wakil Bupati Bekasi akan melibatkan partai politik pengusung pasangan kepala daerah pada Pilkada 2024 dan dilaksanakan sesuai mekanisme serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya, Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa pembahasan calon wakil bupati diserahkan kepada partai politik pengusung dan koalisi untuk dibicarakan secara internal. Dalam pemberitaan pada 27 Oktober 2026, Asep juga menyatakan berharap jabatan tersebut segera terisi agar dapat memiliki mitra dalam mempercepat pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Buchori menilai, partai politik memiliki tanggung jawab untuk mengusulkan figur yang mampu menjalankan tugas pemerintahan dan bekerja sama dengan bupati.

Ia berharap kepentingan masyarakat ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun pertimbangan materi. Sementara itu, proses pemilihan tetap harus mengikuti tahapan dan ketentuan yang berlaku, termasuk keterlibatan DPRD Kabupaten Bekasi.

Publik Menanti Pendamping Bupati

Kehadiran wakil bupati diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program pembangunan serta membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah Kabupaten Bekasi.

Bagi Buchori, figur yang nantinya mendampingi Asep perlu mampu bekerja secara kolaboratif, memahami persoalan lintas sektor, dan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan.

Ia menegaskan, keputusan mengenai calon wakil bupati berada dalam mekanisme politik yang melibatkan partai pengusung dan DPRD. Namun, aspirasi masyarakat dan kebutuhan daerah, menurutnya, perlu menjadi pertimbangan utama.

“Semua prosesnya ada di tangan partai politik pengusung. Mampukah Kabupaten Bekasi melahirkan sosok pemimpin, dalam hal ini Wakil Bupati Bekasi, yang nantinya menjadi pendamping Bupati dr. Asep Surya Atmaja untuk membenahi dan membangun Kabupaten Bekasi? “pungkasnya.

Proses pengisian jabatan tersebut kini menjadi perhatian publik, dengan harapan calon yang diusulkan memiliki rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen terhadap pelayanan dan pembangunan Kabupaten Bekasi.(Nr).

Bagikan:
error: