DP3A Kabupaten Bekasi Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga Melalui Advokasi dan Sosialisasi di Babelan

IMG 20260709BEKASI- bekasitoday.com– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Peningkatan Kualitas Keluarga Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Babelan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Jadikan Momentum Ini untuk Memperkuat Advokasi Kebijakan dan Program yang Berpihak pada Perlindungan dan Pemberdayaan Keluarga” sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga di Kabupaten Bekasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Babelan, Ketua Tim Kualitas Keluarga Hendrawan, perwakilan KUA Kecamatan Babelan, Kepala Puskesmas Babelan I dan Bahagia, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan Babelan, serta narasumber yang merupakan fasilitator ketahanan keluarga Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutan Plt Kepala DP3A Kabupaten Bekasi Akam Muharam yang dibacakan Kepala Bidang Kualitas Keluarga, Data Gender dan Anak, Dr. Aab Sihabudin, peserta diajak memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman.

“Serap ilmu dari para narasumber, jadilah agen perubahan dan ketuktularkan informasi positif ini kepada lingkungan sekitar Anda, “ujar Aab membacakan sambutan Plt Kepala DP3A.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas keluarga bukan lagi sekadar program kerja pemerintah, melainkan menjadi kebutuhan mendasar sekaligus investasi jangka panjang dalam mencetak generasi emas yang sehat, tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia.

Menurutnya, upaya peningkatan kualitas keluarga harus menyentuh lima dimensi utama, yaitu legalitas dan struktur keluarga melalui kepastian hukum perkawinan serta administrasi kependudukan, ketahanan fisik yang meliputi kecukupan pangan, gizi, kesehatan, dan tempat tinggal yang layak, ketahanan ekonomi melalui kemandirian finansial keluarga, ketahanan sosial psikologis yang diwujudkan dengan keharmonisan, komunikasi sehat, serta kesetaraan gender dalam pengasuhan anak, dan ketahanan sosial budaya dengan memperkuat kemampuan keluarga dalam menyaring pengaruh negatif dari luar sekaligus menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

Lebih lanjut, Aab menekankan bahwa keberhasilan pembangunan keluarga tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak agar program perlindungan dan pemberdayaan keluarga berjalan optimal.

“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Kita membutuhkan sinergi dari seluruh elemen, antara lain akademisi, lembaga masyarakat, media, dan yang paling utama adalah kesadaran dari individu di dalam keluarga itu sendiri, “tegasnya.

Melalui kegiatan advokasi dan sosialisasi ini, DP3A Kabupaten Bekasi berharap para peserta mampu menjadi pelopor dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya ketahanan keluarga di lingkungan masing-masing, sehingga tercipta keluarga yang berkualitas sebagai fondasi pembangunan masyarakat dan terwujudnya generasi penerus yang unggul di Kabupaten Bekasi.(Nr).

Bagikan:
error: