Taman Safari Bawa Biodiversitas Indonesia Mendunia Lewat IAPVC 2026

IMG 20260524 WA0040
Board of Advisory Taman Safari Indonesia, Agus Santoso

JAKARTA- bekasitoday.com– Ajang International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2026 yang digelar oleh Taman Safari Indonesia kembali hadir dengan semangat baru. Memasuki tahun ke-35, kompetisi ini tidak lagi sekadar menjadi lomba fotografi satwa liar, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gerakan konservasi biodiversitas yang mengusung tema “From Lens to Legacy”.

Board of Advisory Taman Safari Indonesia, Agus Santoso, menegaskan bahwa setiap karya visual yang lahir dari lensa kamera bukan hanya dokumentasi, tetapi juga pesan konservasi yang mampu menyentuh masyarakat luas.

“Kami ingin mengajak semua pihak melihat bahwa karya visual bukan sekadar menangkap gambar, tetapi juga menyampaikan cerita, membangun kesadaran, dan meninggalkan warisan bermakna bagi generasi mendatang, “ujarnya dalam peluncuran IAPVC 2026 di Jakarta.

Konservasi Melalui Visual

Selama lebih dari tiga dekade, IAPVC telah menghasilkan ribuan karya foto dan video satwa liar dari berbagai daerah. Karya-karya tersebut membuka mata publik internasional terhadap kekayaan hayati Indonesia, sekaligus memperkuat citra bangsa sebagai negara dengan alam yang luar biasa.

Tahun ini, panitia juga menggandeng Wild Captain International untuk berkolaborasi lintas negara. Langkah ini bertujuan memperluas pertukaran ide, inspirasi, dan semangat konservasi di tingkat global, serta membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam gerakan pelestarian lingkungan melalui karya kreatif.

Ekspansi Internasional

Penyelenggaraan ke-35 ini memperluas cakupan hingga kawasan Asia Tenggara dan Australia, memperkuat posisi IAPVC sebagai kompetisi visual satwa liar berskala internasional. Dengan sembilan kategori lomba fotografi dan video, Taman Safari Indonesia juga meresmikan Komunitas Fotografer IAPVC sebagai wadah berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan memperkuat kampanye konservasi.

Kehadiran Bayi Panda

Dalam kesempatan yang sama, Taman Safari Indonesia mengumumkan kabar gembira: bayi panda bernama Satrio Wiratama yang lahir di TSI Cisarua akan diperkenalkan kepada publik pada 30 Mei 2026 di Istana Panda TSI Cisarua. Kehadiran satwa langka ini diharapkan semakin memperkuat edukasi konservasi bagi generasi muda Indonesia.(Nr).

Bagikan:
error: