PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026, Perkuat Komunikasi Korporat di Era AI

IMG 20260922 WA0072JAKARTA- bekasitoday.com– Prestasi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di bidang komunikasi korporat kembali mendapat pengakuan. Perusahaan yang mengelola operasi hulu minyak dan gas bumi (migas) Pertamina di Regional 3 Kalimantan tersebut memboyong tujuh penghargaan dalam ajang IABC Indonesia Awards 2026.

Penghargaan itu diserahkan dalam IABC Indonesia Awarding Night 2026 yang berlangsung di Le Méridien Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).

Capaian tersebut mencakup berbagai aspek komunikasi korporat, mulai dari komunikasi internal, riset hubungan masyarakat, komunikasi keberlanjutan, kampanye kreatif, komunikasi kepemimpinan, keterlibatan pekerja hingga hubungan dengan media.

IABC Indonesia Awards 2026 terdiri atas dua kategori utama, yakni Impactful Communications Awards (ICOMMA) dan Impactful Public Relations Awards (IMPRA). Ajang ini memberikan apresiasi terhadap praktik komunikasi yang dinilai inovatif dan strategis serta memberikan dampak bagi organisasi maupun pemangku kepentingan.

Presiden IABC Indonesia, Elvera N. Makki, membuka rangkaian kegiatan yang tahun ini mengangkat tema komunikasi, kepercayaan dan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Tujuh Penghargaan PHI

Dari tujuh penghargaan yang diraih, PHI mendapatkan Top 10 and Awards of Excellence pada kategori IMPRA untuk subkategori Best Internal Communications Program dan Best Research in PR.

PHI juga meraih Awards of Excellence pada kategori ICOMMA untuk subkategori Best Sustainability Communications, serta kategori IMPRA untuk subkategori Best Creative PR Campaign.

Sementara tiga penghargaan lainnya berupa Awards of Merit, masing-masing untuk kategori ICOMMA subkategori Best Leadership Communications Program dan Best Employee Engagement Program, serta kategori IMPRA subkategori Best Media Relations Program.

Rangkaian penghargaan tersebut menunjukkan cakupan praktik komunikasi PHI yang meliputi hubungan internal perusahaan hingga komunikasi dengan publik dan media.

Komunikasi di Tengah Percepatan AI

Head of Committee IABC Indonesia Awards 2026, Jeane Niode Sindy, menyoroti perubahan besar dalam dunia komunikasi seiring pesatnya perkembangan teknologi, termasuk AI.

Menurut Jeane, teknologi dapat mempercepat proses komunikasi. Namun, faktor manusia tetap memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan dan reputasi organisasi.

“Teknologi dapat mengakselerasi proses, namun integritas, empati, dan human touch tetap menjadi penentu utama reputasi sebuah institusi,” kata Jeane dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan tema The 5th IABC Indonesia Conference & Awards 2026, yakni “Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI”.

Dalam konferensi tersebut, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menjadi salah satu panelis dalam sesi yang membahas bagaimana organisasi mengelola kepercayaan pemangku kepentingan di tengah semakin terintegrasinya AI dalam bisnis dan komunikasi strategis.

Penghargaan Bukan Sekadar Trofi

Dony menyambut capaian tujuh penghargaan tersebut sebagai pengakuan terhadap upaya PHI dalam menerapkan praktik komunikasi korporat yang mengikuti perkembangan serta standar komunikasi global.

“Mengingat posisi IABC Indonesia sebagai bagian dari Aliansi Global, maka penghargaan ini menjadi sebuah pengakuan yang sangat berarti atas konsistensi dan upaya PHI untuk terus menerapkan praktik terbaik komunikasi korporat yang sejalan dengan standar global, “ujar Dony.

Menurutnya, komunikasi korporat tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan operasi perusahaan, khususnya dalam industri hulu migas yang memiliki spektrum pemangku kepentingan sangat luas.

Strategi komunikasi yang terukur dibutuhkan untuk membangun pemahaman yang sama antara perusahaan dengan pekerja, pemerintah, media, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

“Strategi komunikasi korporat yang efektif dapat memberikan nilai dan dampak yang signifikan bagi kelancaran operasi hulu migas serta reputasi perusahaan, sekaligus membangun kepercayaan para pemangku kepentingan, “katanya.

Menghadapi Risiko Disinformasi

Di tengah derasnya arus informasi digital, PHI menjalankan strategi komunikasi korporat terintegrasi melalui berbagai saluran.

Informasi perusahaan disampaikan melalui komunikasi internal dan eksternal, hubungan media, keterlibatan pemangku kepentingan hingga program tanggung jawab sosial dan pengembangan masyarakat.

Dony mengatakan pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman publik secara konsisten sekaligus mengurangi potensi munculnya distorsi informasi, misinformasi maupun disinformasi mengenai perusahaan dan industri hulu migas.

“Dengan strategi ini, kita membangun pemahaman pemangku kepentingan secara bertahap dan berkelanjutan untuk mengurangi potensi risiko adanya distorsi, disinformasi, misinformasi tentang perusahaan dan industri hulu migas, “ujarnya.

Ia menambahkan, publik membutuhkan informasi yang akurat, kredibel dan relevan, terutama ketika perusahaan beroperasi di sektor yang memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan energi nasional.

Komunikasi dan Keberlanjutan Operasi

PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, yang mencakup Zona 8, Zona 9 dan Zona 10.

Berdasarkan data resmi PHI, sepanjang 2025 perusahaan mencatat produksi minyak sebesar 58 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 630 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Operasi tersebut dijalankan bersama anak perusahaan dan afiliasi dengan melibatkan SKK Migas serta mengacu pada prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

Dalam konteks tersebut, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi perusahaan. Hubungan dengan masyarakat, pemerintah, pekerja, media dan pemangku kepentingan menjadi bagian dari ekosistem yang turut menopang keberlangsungan operasi.

Upaya memperkuat hubungan dengan media juga dilakukan PHI sepanjang 2026. Pada Juli 2026, misalnya, PHI menggelar forum dialog industri hulu migas di Balikpapan yang membahas peran media dalam menyampaikan informasi akurat mengenai operasi dan kontribusi industri migas.

Dari Penghargaan Menuju Tantangan Berikutnya

Tujuh penghargaan dalam IABC Indonesia Awards 2026 menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan komunikasi korporat PHI.

Namun, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kualitas komunikasi ketika perusahaan menghadapi dinamika industri energi, perkembangan teknologi, perubahan perilaku masyarakat serta semakin cepatnya arus informasi.

Bagi perusahaan hulu migas, komunikasi yang akurat dan konsisten menjadi bagian penting dalam menjelaskan kegiatan operasi, kontribusi terhadap produksi energi, program sosial dan lingkungan, serta berbagai risiko yang melekat pada kegiatan industri.

Dengan basis operasi di Kalimantan dan produksi yang berkontribusi terhadap pasokan migas nasional, agenda komunikasi PHI tidak hanya berkaitan dengan reputasi perusahaan, tetapi juga bagaimana publik memahami posisi industri hulu migas dalam rantai ketahanan energi Indonesia.

Pengakuan dalam IABC Indonesia Awards 2026 sekaligus menjadi catatan bahwa di tengah era kecerdasan artifisial dan percepatan arus informasi, teknologi dapat membantu mempercepat komunikasi. Namun, kepercayaan tetap dibangun melalui akurasi informasi, keterbukaan, konsistensi dan hubungan manusia dengan para pemangku kepentingan.(Nr).

Bagikan:
error: