KUTAI KARTANEGARA, bekasitoday.com– PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasinya melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Komitmen tersebut mendapat perhatian Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melalui kunjungan kerja ke sejumlah program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (29/10/2026).
Bertempat di Gedung Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Muara Jawa, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Dewan Komisaris Pertamina untuk berdialog langsung dengan masyarakat penerima manfaat sekaligus melihat pelaksanaan program PPM yang dijalankan PHM.
Kegiatan ini dihadiri Komisaris PT Pertamina (Persero) Nanik Sudaryati Deyang, Komisaris Independen Raden Adjeng Sondaryani, Camat Muara Jawa Ramli, S.E., M.M., Senior Manager Drilling & Well Intervention PHM Muhammad Sobirin, Kepala Lapangan Handil Central Processing Area (HCA) Bambang Yudhistira, serta perwakilan pemerintah setempat dan masyarakat penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Dewan Komisaris Pertamina bersama manajemen PHM menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis untuk mendukung kebutuhan masyarakat, pendidikan, serta kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan sembako diberikan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pos Sektor Muara Jawa, Relawan Pemadam Kebakaran RT 1–5 Kelurahan Muara Jawa Ulu, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Muara Kembang.
Selain itu, PHM menyalurkan bantuan kacamata bagi siswa di tiga sekolah, yakni SDN 002 Muara Jawa, SDN 009 Muara Jawa, dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Istiqomah Muara Jawa. Perusahaan juga memberikan dukungan sarana dan prasarana penanganan karhutla, termasuk peralatan keselamatan dan perlengkapan pemadaman.
Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik Sudaryati Deyang, mengapresiasi program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan PHM. Ia berharap program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tersebut terus dikembangkan, terutama dalam membuka akses pemasaran produk unggulan masyarakat binaan.
Menurut Nanik, dukungan terhadap pelaku usaha tidak cukup berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga perlu diarahkan pada pengembangan pemasaran agar produk lokal memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Saya sangat mengapresiasi berbagai bantuan dan program yang telah diberikan Pertamina, khususnya PHM, di Kecamatan Muara Jawa. Ke depan, PHM dapat mendukung pengembangan akses pemasaran produk usaha masyarakat sehingga produk unggulan para pelaku usaha binaan tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi juga berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional, “ujarnya.
Sementara itu, Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Raden Adjeng Sondaryani atau yang akrab disapa Inge, mendorong agar program PPM lebih diarahkan pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Ia menilai pemberdayaan perlu disertai peningkatan keterampilan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola peluang usaha. Menurutnya, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga perlu membekali masyarakat dengan kemampuan agar dapat mengembangkan usaha secara mandiri.
Camat Muara Jawa, Ramli, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina, khususnya PHM, terhadap masyarakat di wilayahnya.
Ia mengatakan berbagai program dan bantuan perusahaan telah memberikan kontribusi bagi pembangunan dan perkembangan Kecamatan Muara Jawa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan berbagai bantuan yang selama ini diberikan Pertamina kepada masyarakat. Semoga bantuan yang diserahkan hari ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Muara Jawa, “kata Ramli.
Dorong Kemandirian Melalui Program Unggulan
Senior Manager Drilling & Well Intervention PHM, Muhammad Sobirin, menjelaskan bahwa program PPM merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian produksi migas, tetapi juga dari kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Bagi kami, keberhasilan operasi perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian produksi, tetapi juga dari kontribusi positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat, “ujar Sobirin.
Ia menjelaskan, PHM berupaya menjalankan program pemberdayaan berdasarkan kebutuhan masyarakat, dengan mengoptimalkan potensi lokal serta mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Petani Mandiri Muara Kembang atau Penari Kembang. Program ini mengoptimalkan potensi hasil hutan bukan kayu melalui pemanfaatan lidi nipah sebagai salah satu sumber pengembangan ekonomi masyarakat.
Di bidang pendidikan, PHM menjalankan Program Bantuan Pendidikan Mahakam yang selama periode 2022–2025 telah menjangkau 96 mahasiswa asal Kecamatan Muara Jawa.
Sementara melalui Program UPPKA Sinergi, perusahaan mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga dengan melibatkan 23 perempuan dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada sektor penanggulangan karhutla, PHM juga memberikan dukungan berupa perbaikan mobil tangki air serta penyediaan peralatan keselamatan dan perlengkapan penanganan kebakaran.
Sobirin menegaskan, PHM akan terus mengembangkan program PPM yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan potensi lokal, serta keberlanjutan manfaat program.
“Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas dan berkesinambungan, “katanya.
Dukung Keberlanjutan Energi dan Masyarakat
PT Pertamina Hulu Mahakam merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 8 dan mengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.
Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bagi pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas, PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI terus mengembangkan inovasi serta penerapan teknologi untuk mendukung produksi migas nasional.
Dalam menjalankan operasinya, perusahaan memperhatikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk aspek keselamatan, efisiensi, kepatuhan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui pelaksanaan program PPM, PHM berupaya agar kegiatan operasional hulu migas juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat di Muara Jawa diharapkan dapat terus berkembang sehingga pemberdayaan masyarakat berjalan seiring dengan keberlanjutan produksi energi nasional.(Nr).
